Tank-tank Rusia dan peluncur rudal antar benua ikut dalam parade di Moskow untuk pertama kalinya sejak ambruknya Uni Soviet.
Pemimpin Rusa memutuskan untuk membangkitkan kembali kebiasaan di masa Komunis dengan menampilkan peralatan militer dalam parade Hari Kemenangan Perang.
Presiden Rusia yang baru,
Dmitry Medvedev, mengatakan tentara dan angkatan laut mereka semakin kuat.
Para pengamat mengatakan alasan dari parade itu adalah untuk memperlihatkan bahwa Rusia adalah kekuatan militer yang serius.
Kremlin menegaskan bahwa perayaan ini –untuk menandai kalahnya Nazi Jerman pada Tahun 1945– bukan merupakan ancaman bagi siapapun.
Presiden Medvedev, yang dilantik Rabu pekan ini, memimpin parade yang berpusat di Lapangan Merah, Moskow.
Kekuatan militer
Para pengamat mengatakan Rusia ingin meraih kembali kekuatan militer pada masa Uni Soviet.
“Tentara dan angkatan laut kami semakin kuat,” kata Presiden Medvedev dalam sambutannya.
“Dalam kekuatan sekarang ini terletak kebesaran sejarah persenjataan Rusia, terletak tradisi kemenangan dan semangat tinggi tentara kami.”
Sebelumnya Vladimir Putin, yang kini menjabat Perdana Menteri, mengatakan parade dari peralatan berat militer ini bukanlah ‘dentingan pedang’ namun ‘demonstasi dari meningkatnya kemampuan pertahanan.’
Pawai musik dan 8.000 pasukan di Lapangan Merah didampingi dengan peralatan berat militer, seperti rudal balistik Topol-M dan tank T-90.
Stasiun-stasiun TV memperlihatkan tentara juga berpawai di sejumlah kota Rusia.
Rusia belakangan ini mulai memperlihatkan kemampuan militernya, antara lain dengan menempuh penerbangan jarak jauh pesawat pembom Tupolev Tu-95, yang merupakan ikon dari persenjataan masa Uni Soviet.
Namun para pengamat mengatakan walaupun terlihat tanda-tanda kekuatan militer, ada juga bukti-bukti Angkatan Darat dan Angkatan Laut Rusia menghadapi kekurangan dana, kurang latihan, dan semangatnya rendah.

0 komentar:
Posting Komentar